Lantai Teraso Pilihan Klasik yang Kembali Populer untuk Hunian Modern

Posted on

Seiring perkembangan desain interior dan arsitektur, pilihan jenis lantai kini semakin beragam. Jika umumnya orang hanya mengenal keramik atau marmer, kini berbagai material baru maupun lama yang kembali populer mulai banyak digunakan. Salah satunya yaitu lantai teraso.

Baca Juga: Lantai Batu Kapur Mudah Menyerap Cairan Cocok untuk Area Outdoor

Lantai Teraso Pilihan Klasik yang Kembali Populer untuk Hunian Modern
Lantai teraso menawarkan tampilan estetik sekaligus daya tahan dalam satu material. Foto: Istimewa

Mengenal Lebih Dekat tentang Lantai Teraso

Teraso merupakan jenis ubin yang terbuat dari campuran beberapa bahan alami. Kemudian diproses menjadi permukaan kuat sekaligus dekoratif.

Jika dilihat secara teknis lantai teraso memiliki tingkat kekerasan tinggi dan daya tahan luar biasa. Sehingga menjadi pilihan utama untuk area dengan mobilitas tinggi seperti lobi hotel maupun gedung perkantoran.

Secara umum, bahan baku utama teraso terdiri dari semen, agregat seperti pecahan marmer, granit, atau batu alam lainnya, serta air. Campuran ini kemudian dituangkan ke dalam cetakan atau langsung diaplikasikan di atas permukaan lantai.

Karakteristik utama teraso terletak pada tampilannya yang tidak monoton. Setiap lembar atau bidang teraso memiliki pola berbeda. Ini mengingat susunan agregatnya tidak pernah benar-benar sama. Berbeda dengan ubin siap pasang atau precast.

Sayangnya lantai teraso memiliki permukaan licin ketika basah, pastikan untuk segera membersihkannya agar cepat kering. Hindari penggunaan material ini untuk area yang mudah basah seperti dapur atau kamar mandi.

Daya Tarik Teraso

Lantai teraso terkenal cukup kuat, tahan lama dan mampu bertahan dalam jangka waktu panjang. Bahkan tidak sedikit desain interior yang memilih menggunakan lantai teraso karena tidak hanya memberikan kesan estetik saja, namun juga mampu menjaga suhu ruangan agar tetap stabil. Itulah mengapa produknya sering digunakan pada bangunan-bangunan lama, fasilitas umum, hingga hunian modern saat ini.

Daya tarik lantai model teraso tidak hanya terletak pada kekuatannya, tetapi juga pada nilai estetikanya. Tampilan lantai model teraso memberikan kesan klasik sekaligus modern, tergantung pada pilihan warna semen dan jenis agregat. Perpaduan warna yang tepat dapat menciptakan suasana ruangan elegan bahkan artistik.

Selain itu, teraso juga relatif mudah berpadu dengan berbagai konsep interior. Mulai dari gaya minimalis, industrial, hingga retro. Keunikan pola yang ada membuat lantai ini menjadi elemen dekoratif tersendiri. Tentunya tanpa perlu banyak tambahan ornamen.

Meski ada banyak keunggulan yang ditawarkan, lantai teraso sensitif terhadap pembersih lantai dengan kandungan HCL tinggi. Ini bisa merusak batuan alaminya. Karena itu, hindari menggunakannya. Karena itu, pastikan menggunakan coating anti-selip agar tetap aman. Saat mencoba membersihkan noda kopi pada teraso tanpa coating, cairan tersebut cepat meresap jika tidak segera dibersihkan.

Teraso Custom

Model lantai teraso yang tersedia di toko terkadang terasa membosankan karena pilihan motif dan warnanya terbatas. Menariknya, kita sebenarnya bisa membuatnya sendiri sesuai selera. Hal ini memungkinkan pemilik rumah untuk lebih bebas menentukan warna dasar, jenis agregat, hingga ukuran serpihan batu.

Berdasarkan berbagai referensi, salah satunya dari kanal YouTube Semen Tiga Roda, proses pembuatan teraso tidak terlalu sulit. Selain ukurannya yang bisa diatur sesuai keinginan, motif lantai teraso juga bisa disesuaikan dengan selera penggunaannya.

Perlu diingat jika menginginkan lantai dengan kesan mewah gunakan agregat marmer putih. Namun, jika ingin kesan industrial, pecahan batu alam berwarna gelap atau granit jauh lebih cocok.

Teraso vs Keramik

Jika kita bandingkan dengan lantai keramik yang saat ini masih menjadi pilihan paling populer, teraso menawarkan karakter berbeda.

Keramik unggul dalam kemudahan pemasangan dan ketersediaan motif yang sangat beragam di pasaran. Namun, pola keramik cenderung berulang dan terkadang terasa kurang personal.

Sebaliknya, lantai model teraso memberikan kesan lebih eksklusif karena setiap bidang memiliki keunikan. Sehingga tidak bisa disamakan satu dengan yang lain.

Dari segi ketahanan, lapisan teraso cukup awet dan mampu bertahan dalam jangka panjang, bahkan puluhan tahun, selama perawatannya tepat. Keramik memang kuat, tetapi nat-nya sering menjadi titik lemah karena mudah kotor atau rusak.

Sementara itu, lantai model teraso yang dibuat tanpa banyak sambungan memberikan tampilan lebih bersih sekaligus menyatu. Perlu diingat saat proses grinding (pengamplasan) atau polishing (pemolesan) yang dilakukan untuk jenis lantai ini sering mengakibatkan suara berisik dan debu yang cukup tebal. Karena itu, gunakan alat pengaman seperti masker atau kapas untuk menutup telinga selama proses dilakukan. 

Dari sisi investasi, terdapat perbedaan cukup signifikan. Sebagai gambaran, harga keramik teraso cor custom (in-situ) dengan standar memang berbeda. Per meternya keramik standar ukuran 40×40 dibandrol harga Rp70.000 dengan teraso in-situ sebesar RP150.000. Itu pun belum termasuk biaya jasa pasangnya. Namun setiap jasa memiliki biaya yang tidak sama, harga bisa berubah dan berbeda tergantung jasa dan toko yang menjualnya. 

Baca Juga: Lantai Batu Sikat atau Keramik Mana yang Lebih Baik untuk Teras?

Meski proses pembuatan teraso relatif lebih rumit dibandingkan pemasangan keramik, hasil akhirnya sering kali sebanding dengan usaha yang dikeluarkan, terutama bagi mereka yang menginginkan lantai dengan karakter unik dan nilai estetika tinggi. Dengan berbagai kelebihan tersebut, tidak heran jika lantai teraso kembali menjadi pilihan menarik. Terlebih bagi hunian modern maupun bangunan komersial yang mengutamakan keindahan serta ketahanan. Sebaiknya konsultasikan kepada ahlinya untuk bisa memilih jenis lantai mana yang tepat sesuai pengaplikasiannya.