Mengenal Jenis Lantai Decking WPC untuk Kebutuhan Outdoor

Posted on

Lantai decking WPC merupakan salah satu produk lantai dari Wood Plastic Composite. Material lantai ini cukup populer digunakan dalam industri konstruksi dan dekorasi. Aplikasinya sendiri banyak dimanfaatkan untuk area luar ruangan, mulai dari taman, teras, balkon, kolam renang hingga area rekreasi lainnya. 

Baca Juga: Lantai Epoxy Investasi Jangka Panjang untuk Area dengan Aktivitas Tinggi

Mengenal Jenis Lantai Decking WPC untuk Kebutuhan Outdoor
Lantai decking WPC merupakan salah satu produk lantai dari Wood Plastic Composite. Foto: Istimewa

Mengenal Berbagai Jenis Lantai Decking WPC

Sebagai informasi, WPC decking merupakan jenis lantai outdoor komposit berbahan serat kayu atau serbuk kayu daur ulang. Bahan ini kemudian dicampur dengan polimer plastik, seperti polyethylene (PE), polypropylene (PP) atau polyvinyl chloride (PVC). 

Lewat proses produksi yang inovatif, bahan dipanaskan kemudian ditekan menjadi lembaran yang kuat dan tahan cuaca. Tekstur bahan yang mirip kayu alami ini menjadi alternatif menarik sebagai pengganti kayu maupun material lantai konvensional lainnya. 

Berikut jenis-jenis WPC decking dilihat dari beberapa aspek. 

Bahan Polimer

Berdasarkan bahan polimernya, WPC decking dibagi menjadi tiga jenis. Pertama, WPC PE decking dengan ketahanan ekstra terhadap air dan kelembaban. Jenis material lantai ini cocok untuk aplikasi luar ruangan yang sering terpapar elemen cuaca. 

Kemudian, WPC PP decking dengan kekuatan mekanis lebih baik ketimbang WPC PE. Material ini juga lebih tahan terhadap aplikasi di lingkungan bersuhu tinggi. 

Terakhir, WPC PVC decking dengan ketahanan yang baik terhadap cuaca dan rayap. Hal ini menjadikannya sebagai solusi efektif untuk lingkungan yang butuh ketahanan ekstra. 

Komposisi Serat Kayu

Berdasarkan komposisi serat kayunya, lantai decking WPC terbagi menjadi dua jenis. Pertama, WPC berbahan kayu alami sebagai komponen utamanya. Material ini memberikan tampilan dan estetika alami kayu pada produk yang dihasilkan. 

Kemudian, ada pula WPC berbahan serat kayu daur ulang, seperti serbuk kayu, serat batang atau limbah kayu lainnya. Hal ini menjadikan material sebagai solusi inovatif yang bisa mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan. 

Tipe Permukaan

WPC decking terbagi menjadi dua jenis berdasarkan tipe permukaannya. Pertama, WPC solid decking dengan struktur padat dan homogen. Hal ini menjadikan material lantai lebih kokoh dan tahan lama. 

Kemudian, WPC hollow decking dengan struktur yang memiliki rongga-rongga internal untuk mengurangi berat badan sekaligus mengurangi isolasi termal. Tipe lantai WPC ini jauh lebih ringan, namun tetap dengan ketahanan yang cukup baik. 

Warna dan Tekstur

Berdasarkan warna dan teksturnya, lantai WPC terbagi menjadi tiga jenis. Pertama, WPC berwarna solid atau standar. Material lantai ini seringkali menampilkan warna seperti coklat, abu-abu dan warna alami kayu lainnya. 

Selanjutnya, WPC berwarna multi tone. Material lantai ini memiliki variasi warna yang lebih menarik dan kompleks. Hal tersebut memberikan tampilan lantai estetis yang terlihat menarik dan unik. 

Terakhir, WPC dengan tekstur kayu yang meniru tampilan alami dari serat kayu. Hal ini menjadikan material terkesan seperti kayu alami ketika dilihat secara nyata. 

Klasifikasi Aplikasi

Berdasarkan klasifikasi aplikasinya, lantai decking WPC populer dengan dua tipe. Di antaranya adalah WPC outdoor decking dan WPC indoor decking. 

WPC outdoor dirancang khusus untuk berbagi aplikasi luar ruangan. Mulai dari decking, teras, kolam renang dan sebagainya. 

Sementara WPC indoor bisa digunakan untuk mendukung kebutuhan dalam ruang. Mulai dari ruang keluarga, ruang makan, bahkan hingga kamar mandi. 

Karena WPC Hollow cenderung lebih cepat melepas panas dibandingkan WPC Solid, sehingga menjadi pilihan tepat untuk area yang sering terpapar matahari langsung. Apalagi tekstur kayu WPC sebagai anti slip cocok diaplikasikan pada area kolam renang. 

Meski WPC hollow lebih ringan melepas panas, namun pastikan jarak antara rangka antara 30-35 cm. Ini untuk mencegah papan melengkung atau bahkan patah.

Ketahanan Lantai WPC vs Lantai Laminasi

Secara umum, lantai WPC lebih tahan air ketimbang lantai laminasi. Meskipun lantai laminasi bisa mengatasi tumpahan kecil, tetap tidak disarankan untuk area rawan lembap. Misalnya saja kamar mandi ataupun ruang bawah tanah. 

Kemudian, dilihat dari daya tahannya, lantai WPC seringkali lebih tahan lama ketimbang lantai laminasi. Sebab, lantai WPC tidak rentan terkena goresan, penyok dan noda. Hal ini menjadikannya sebagai pilihan material terbaik untuk area dengan lalu lintas tinggi. 

Melansir dari video di kanal YouTube FAKE ARCHITECT, lantai WPC lebih tahan cuaca dan praktis untuk penggunaan outdoor. Biaya perawatan rendah dengan sistem pemasangan yang mudah dibongkar pasang. Material sudah cukup tahan air, namun bagian atasnya belum dilapisi coating. Jika tidak diberi lapisan tambahan, material masih bisa menyerap noda dan mudah tergores.

Baca Juga: Lantai Parket Laminate Jadi Solusi Awet dan Murah untuk Jangka Panjang

Berdasarkan perbandingan tersebut, lantai decking WPC bisa jadi solusi ideal untuk digunakan. Daya tahan material terhadap kelembaban dan pilihan jenisnya yang beragam, cocok untuk mendukung kebutuhan ruang dalam maupun luar ruangan. Sebaiknya pasang klip pengunci secara presisi untuk memberikan ruang gerak pada papan saat suhu udara panas. Hal ini mengingat kandungan plastik WPC dapat memuai.