Jenis lantai tegel jaman dulu bisa dikatakan sebagai warisan seni yang membawa cerita sekaligus karakter unik ke dalam setiap ruangan. Bahkan, lantai semen bermotif cukup populer di era kolonial ini kembali menemukan tempatnya dalam desain interior modern. Kehadirannya mampu menawarkan sentuhan elegan yang tampak tak pernah ketinggalan zaman.
Baca Juga: Lantai Batu Andesit, Material Kuat dan Elegan untuk Hunian Modern

Transformasi Ruang dengan Sentuhan Lantai Tegel Jaman Dulu
Mengintegrasikan lantai tegel dalam desain interior modern bisa dilakukan dengan berbagai cara. Untuk tampilan berani, maka dapat menggunakan tegel bermotif ramai sebagai focal point di area seperti pintu masuk, dapur, atau kamar mandi.
Selain itu, penggunaan motif kontras dengan dinding dan perabotan minimalis akan menciptakan keseimbangan visual secara lebih menarik. Akan tetapi, jika menyukai pendekatan lebih halus, maka dapat mempertimbangkan untuk menggunakan tegel bermotif sederhana atau monokromatik di seluruh ruangan untuk memberikan tekstur dan pola lebih lembut.
Sementara itu, tegel juga dapat digunakan sebagai elemen dekoratif pada backsplash dapur, dinding aksen, atau bahkan bingkai cermin. Ini mampu membawa pesona klasik tanpa harus mendominasi seluruh lantai.
Padu Padan Gaya Desain dengan Lantai Tegel
Lantai tegel sangat serbaguna dan dapat dipadukan dengan berbagai gaya desain. Dalam gaya Skandinavia minimalis, lantai tegel jaman dulu monokromatik atau bermotif geometris sederhana dapat menambah kehangatan serta karakter tanpa menghilangkan esensi kesederhanaan.
Selain itu, jika ingin menggunakan desain bohemian atau eklektik, maka dapat menggunakan tegel bermotif kaya dan warna-warna berani. Ini akan memperkuat suasana lebih bebas dan penuh energi. Sementara itu, untuk gaya vintage atau industrial, tegel dapat digunakan untuk menciptakan kembali nuansa masa lalu otentik.
Misalnya, tegel di kamar mandi bergaya vintage menggunakan bathtub berdiri bebas, atau tegel bermotif gelap di dapur bergaya industrial dengan exposed brick. Fleksibilitas ini menjadikan lantai tegel sebagai pilihan ideal bagi yang ingin mengekspresikan kepribadian melalui desain interior.
Perawatan dan Daya Tahan Lantai Tegel
Meskipun terlihat rapuh, lantai tegel jaman dulu sebenarnya cukup tahan lama dan bisa bertahan puluhan hingga ratusan tahun jika dirawat dengan benar. Perawatan utama dimulai dari pembersihan lumpur pada lantai.
Hal ini dijelaskan dari kanal YouTube Hakim Mitra Alinafa. Langkah selanjutnya dalam tahapan tersebut adalah proses sealing atau pelapisan untuk melindungi pori-pori tegel dari noda dan kelembapan. Kunci utamanya yakni perawatan rutin. Gunakan sabun lembut untuk membersihkan dan hindari penggunaan bahan kimia. Selain itu, segera bersihkan jika lantai terkena tumpahan. Kekuatan lantai ini sangat luar biasa. Walaupun sering dilewati, namun tetap tidak memberikan goresan atau retakan.
Adanya perawatan rutin ini, maka lantai tegel akan mempertahankan keindahannya dan bisa mengembangkan nuansa alami guna menambah karakter seiring bertambahnya usia. Tentunya, lantai tegel menjadi investasi terbaik untuk rumah.
Baca Juga: Lantai Batu Sikat atau Keramik Mana yang Lebih Baik untuk Teras?
Mengetahui Perbandingan Lantai Tegel vs Keramik
Lantai tegel dan keramik sama-sama populer, tetapi memiliki perbedaan dari segi kekuatan. Tegel umumnya terbuat dari tanah liat yang dibakar sehingga cenderung lebih kuat dan tahan lama dibandingkan keramik biasa. Selain itu, proses pembuatannya lebih padat membuat tegel lebih tahan terhadap beban berat dan benturan.
Sedangkan lantai keramik, meski tergolong murah dan punya banyak pilihan, namun rentan terhadap retakan dan pecah. Jadi, jika mencari lantai lebih kuat dan tahan lama, maka lantai tegel adalah pilihan lebih baik.
Bersama sentuhan nostalgia dan keindahan abadi, lantai tegel jaman dulu mampu menghadirkan karakter unik pada interior modern. Inspirasi desain ini membuktikan bahwa warisan masa lalu dapat menjadi sumber kekayaan kreatif guna menciptakan ruang yang personal, hangat dan penuh cerita. Mari mulai melestarikan keindahan tegel untuk generasi mendatang.



