Memilih material lantai marmer asli untuk hunian adalah investasi yang dapat meningkatkan nilai dan estetika properti. Batu alam ini menawarkan kemewahan yang sulit disaingi. Namun, popularitasnya justru memunculkan banyak produk tiruan. Agar tidak sia-sia, penting untuk memahami perbedaan mendasar antara ubin marmer asli dan versi palsunya.
Baca Juga: Lantai Batu Sikat atau Keramik Mana yang Lebih Baik untuk Teras?

Ciri-Ciri Lantai Marmer Asli
Marmer asli adalah batuan metamorf yang terbentuk secara alami selama jutaan tahun. Proses pembentukan yang unik inilah yang memberinya karakteristik khas berikut ini.
1. Pola Urat yang Unik dan Tidak Berulang
Ciri paling mencolok dari lantai marmer asli adalah pola uratnya yang tidak ada duanya. Setiap lempengan marmer memiliki pola yang random dan menyambung antar slab jika berasal dari blok yang sama. Pola ini terbentuk secara alami dan mustahil untuk direplikasi secara sempurna oleh mesin.
Sebaliknya, marmer palsu biasanya memiliki pola yang dicetak dan cenderung seragam atau berulang di beberapa bagian. Jika polanya terlihat terlalu sempurna dan sama dengan contoh lain, itu adalah tanda palsu.
2. Kilau Elegan
Marmer asli memiliki kilau yang berasal dari struktur kristalin batu itu sendiri, bukan dari lapisan plastik atau kimia. Kilau ini bersifat alami dan elegan, bahkan mampu memantulkan bayangan.
Hal yang lebih mengesankan, kilau ini dapat dikembalikan dengan proses pemolesan ulang jika suatu saat memudar. Sedangkan marmer palsu, hanya mengandalkan lapisan permukaan yang kilaunya akan hilang seiring waktu dan tidak dapat dipulihkan.
3. Selalu Terasa Dingin Saat Disentuh
Marmer asli memiliki konduktivitas termal yang tinggi, sehingga akan selalu terasa dingin saat disentuh, bahkan dalam suhu ruangan.
Sifat ini membuatnya terasa sejuk di iklim tropis. Material palsu seperti keramik motif marmer atau vinyl cenderung menyesuaikan suhu ruang dan tidak memberikan sensasi dingin yang khas.
4. Kuat tapi Lunak
Marmer asli memang bahan yang kuat dan tahan lama, cocok untuk digunakan di berbagai ruangan, termasuk teras. Namun, material ini memiliki sifat porous dan lunak untuk kategori batu alam.
Jika menggoresnya dengan benda tajam, ia akan meninggalkan jejak. Marmer asli bisa tergores, sementara marmer palsu seringkali lebih tahan gores permukaannya.
Cara Membedakan Marmer Asli dan Palsu
Selain mengamati ciri-cirinya, siapapun bisa melakukan tes ini untuk memastikan keaslian sebuah produk lantai marmer asli:
1. Tes Asam dengan Hati-Hati
Tetesi sedikit asam klorida atau cuka yang kuat di area yang tidak terlihat. Jika permukaannya bereaksi dengan menghasilkan gelembung busa, itu menandakan adanya kalsium karbonat. Ini merupakan komponen utama marmer asli.
Marmer palsu biasanya tidak akan menunjukkan reaksi apa pun. Namun, tes ini perlu dilakukan dengan hati-hati karena dapat merusak permukaan.
2. Periksa dengan Teliti Bagian Sampingnya
Ambil sampel atau perhatikan lempengan yang akan dipasang. Marmer asli memiliki pola urat yang terus menerus dan tembus ke seluruh ketebalan batu. Seringkali, pola pada permukaan atas juga tercermin pada sisi sampingnya.
Sebaliknya, marmer palsu hanya memiliki motif di permukaan atasnya saja, sementara sisi sampingnya berwarna polos dan terlihat seperti bahan dasar yang dicat.
3. Waspadai Harga yang Terlalu Murah
Lantai marmer asli memiliki harga yang relatif mahal karena proses penambangan dan pembentukannya yang panjang dan rumit.
Jika menemukan penawaran dengan harga yang terlalu murah untuk ukuran marmer, kemungkinan besar itu adalah produk palsu atau marmer berkualitas rendah yang dicat.
Baca Juga: Lantai Granit Putih Polos Material Kuat dengan Tampilan Minimalis
Berdasarkan review @FAKEARCHITECT yang dibagikan di YouTube channelnya, marmer mampu memberi sentuhan elegan dan mewah pada rumah. Marmer asli bukan buatan pabrik, sehingga setiap lembar memiliki pola unik dan alami. Permukaannya yang glossy dan reflektif membuat ruangan terlihat berkelas, terutama jika digunakan pada lantai, kitchen top atau dinding sebagai elemen dekoratif. Pilihan marmer dengan harga terjangkau, mulai dari Rp 900.000 hingga Rp 1,2 juta juga ada. Koleksi ini mencakup berbagai warna populer yang cocok untuk berbagai konsep interior, dari modern hingga minimalis.
Memilih lantai marmer asli memang membutuhkan anggaran lebih dan kesiapan untuk merawatnya. Material ini membutuhkan perawatan berkala seperti pelapisan atau sealing untuk menjaga keindahannya. Namun, semua usaha dan investasi itu akan terbayar lunas. Keunikan pola, kilau alami, dan kesan mewah yang dipancarkannya tidak akan pernah bisa digantikan oleh bahan tiruan apa pun. /Edit



