Lantai kayu merbau saat ini semakin banyak diminati. Hal ini karena kayu merbau termasuk salah satu material bagus dengan tingkat kekuatan yang tinggi. Bukan hanya itu saja, material lantai ini juga memiliki tingkat ketahanan yang baik terhadap rayap.
Baca Juga: Lantai Teraso Pilihan Klasik yang Kembali Populer untuk Hunian Modern

Oleh sebab itu, saat menggunakan lantai yang terbuat dari bahan ini, pengguna bisa merasakan keuntungan tersendiri. Bahan ini memang termasuk material lantai yang memiliki banyak kelebihan.
Mengapa Kayu Merbau Lebih Kuat dari Oak?
Sebagaimana yang sudah kita singgung tadi bahwa jenis material ini memiliki banyak keunggulan. Untuk mengetahui apa saja kelebihannya, bisa perhatikan ulasan lengkapnya di bawah ini.
Harga Terjangkau
Selain anti rayap, rupanya lantai bahan ini memiliki kelebihan dari segi harganya. Untuk mendapatkan lantai tersebut, pengguna tidak perlu mengeluarkan biaya besar karena harganya cukup terjangkau. Bahkan lebih murah jika kita bandingkan dengan lantai kayu jati. Merbau biasanya 30-40% lebih murah dibanding jati grade A. Lantai dari kayu merbau bisa jadi pilihan ekonomis.
Merbau sangat keras sehingga sulit dipahat secara manual sehingga butuh biaya tukang yang mungkin sedikit lebih mahal dibanding memasang kayu lebih lunak. Biaya material memang lebih murah, meski biaya jasa sedikit lebih tinggi.
Tingkat Penyusutan Rendah
Kelebihan kayu ini juga terlihat dari tingkat penyusutannya. Lantai yang terbuat dari bahan tersebut memiliki tingkat penyusutan rendah karena lewat proses pengeringan terlebih dulu sebelum diolah. Oleh sebab itu, risiko kerusakannya bisa ditekan dengan baik.
Karena tingkat penyusutannya rendah, tentu juga meminimalisir daya retaknya. Tampilan akhir lantai pun jadi lebih stabil dan awet untuk pemakaian jangka panjang. Untuk ketahanannya menurut Sari Jati Wood Working Manufacturer, merbau biasanya Kelas Awet I, II dan Kelas Kuat I, II. Kemudian mengenai nilai Janka Hardness untuk merbau, ternyata sekitar 1925 lbf. Sebagai perbandingan, Oak Merah hanya sekitar yang berarti kayu ini sangat tahan terhadap benturan benda jatuh.
Tampilan Estetik
Lantai yang terbuat dari kayu merbau senantiasa memiliki tampilan estetik. Hal ini karena kayu merbau mempunyai warna cokelat kemerahan yang khas.
Tips: Saat memasang, pastikan menggunakan paku atau baut berkualitas tinggi karena kayu merbau sangat keras dan berisiko mematahkan mata bor standar.
Sayangnya, di balik kelebihan tersebut, kayu merbau juga memiliki kekurangan. Kelemahan kayu ini tidak lain karena kandungan kadar tanin yang tinggi di dalamnya. Kandungan tanin ini bisa luntur saat terkena air hujan sehingga berisiko menyebabkan ‘bleeding’ atau noda kemerahan pada area sekitarnya jika terpapar air secara intens sebelum pori-porinya tertutup sempurna.
Solusinya, gunakan lapisan water-based coating berkualitas untuk mengunci pori-pori kayu. Biasanya proses pelunturan tanin (getah merah) ini akan berhenti secara alami setelah 3-4 kali pencucian atau terkena hujan, namun melapisi dengan sealer tetap menjadi solusi utama.
Lantai Kayu Merbau vs Jati Solid
| Fitur | Kayu Merbau | Kayu Jati (Grade A) |
| Warna Dominan | Cokelat Kemerahan + Gold Flecks | Cokelat Keemasan |
| Kekerasan (Janka) | 1925 lbf (Sangat Keras) | ±1000−1100 lbf |
| Stabilitas | Sangat Tinggi (Penyusutan Rendah) | Tinggi |
| Harga | Lebih Terjangkau (Hemat 30-40%) | Premium/Mahal |
Lantai rumah tidak hanya bisa dibuat dari kayu merbau saja, melainkan juga material lainnya. Hal ini tak terkecuali jati solid sekalipun. Ketahui perbandingan keduanya sebagai pertimbangan ketika ingin mempercantik lantai rumah.
Perbandingan pertama, bisa meninjau segi pemasangan dan perawatannya. Rupanya lantai jati solid lebih unggul karena mudah dirawat dan pemasangannya pun juga praktis.
Lain halnya dengan lantai kayu merbau yang membutuhkan alat khusus saat ingin memasangnya. Begitu pula dengan perawatannya yang juga membutuhkan coating supaya lebih awet untuk pemakaian jangka panjang.
Berdasarkan penjelasan Digital Marketing Rajawali Parquet Indonesia, Wijdan. S.R, kayu merbau termasuk bahan lantai yang banyak digunakan konsumen. Saat melihatnya dari dekat, kayu merbau memiliki serat lurus. Lalu teksturnya terasa kasar ketika disentuh sehingga memang membutuhkan finishing tambahan.
Berdasarkan pengalaman di lapangan, serat merbau yang kasar membutuhkan pengamplasan minimal 3 tahap (grit 80, 100, lalu 120) sebelum proses coating dimulai.
Namun untuk perbandingan dari segi biaya, ternyata lebih murah kayu merbau. Oleh sebab itu, lantai kayu merbau bisa jadi pilihan pengguna yang ingin menghemat anggaran.
Baca Juga: Daya Tarik Penggunaan Lantai Beton Polished untuk Hunian
Lantai kayu merbau memang memiliki banyak kelebihan yang menguntungkan setiap penggunanya. Saat ingin memilikinya pun, tidak perlu mengeluarkan biaya besar namun hasilnya optimal.

Saya seorang konsultan desain interior bangunan yang lebih fokus pada spesialis material lantai. Dengan pengalaman tak kurang dari 10 tahun di bidang konstruksi bangunan, saya siap memberikan informasi tentang material lantai mulai dari material buatan hingga khusus fungsional. Dapatkan material lantai terbaik untuk ciptakan rumah impian.



